Cerpen: Suara Misterius Dari Kamar Mandi



Judul : Suara Misterius Dari Kamar Mandi
Karya : Muhammad Mu’az
Kategori : Horor, Kisah Nyata

Catatan : “Cerpen ini ditulis berdasakan kisah nyata saya.”


Jarum jam sudah menunjukkan pukul 12 malam lewat 15 menit, tetapi mataku masih saja tetap terbuka dan susah sekali untuk dipejamkan agar segera terlelap. Aku terus memainkan smartphone selagi menunggu ngantuk, dan setelah itu kucoba kembali untuk tidur. Tetapi hasilnya tetap saja nihil, aku tidak bisa tidur juga. Mungkin karena kamar ini yang terlalu panas, karena kipas angin di kamarku lagi rusak. Atau gara-gara kopi yang kuminum tadi?
Eh entahlah.

Akhirnya tiba-tiba saja aku merasakan sesuatu, yaitu rasa lapar. Padahal udah jam segini, mau tidur eh malah lapar. Sebenarnya aku sudah tidak ingin makan malam lagi, karena tidak baik untuk kesehatan. Apalagi harus masak indomie, bisa kena usus buntu pula nanti.
Tapi ya mau gimana lagi, mau tidur juga gak bisa, ditambah rasa lapar yang menggoda, pasti bakal lebih susah buat tidur.
Jadi aku memutuskan untuk memasak indomie saja, karena lauk dirumah juga sudah pada habis, jadi pilihan satu-satunya cuma indomie.

            Awal masak semuanya terasa aman dan nyaman, walaupun sudah jam 1 malam, dan cuma aku sendiri yang masak di dapur karena semua orang dirumah pasti sudah tidur. Tetapi aku gak merasa aneh ataupun ngeri, karena aku sebelumnya juga sudah terbiasa masak tengah malam begini.
Tetapi sangat berbeda dengan malam ini, karena tiba-tiba saja hal yang aneh pun terjadi.

            Aku sudah memasak indomie, dan sudah memasukkan semua bumbu-bumbunya, tinggal menunggu matang saja. Dan disaat aku berdiri di depan wajan, dari dalam kamar mandi yang tepat berada beberapa langkah di sisi kiri, dengan pintu yang sedikit terbuka, aku mendengar ada suara yang halus namun terdengar jelas keluar dari kamar mandi tersebut.
Lebih tepatnya dari balik pintu kamar mandi yang sedikit tertutup.
           
            Suara tersebut berbunyi seperti seseorang yang sedang memanggil secara halus, yaitu “Heeeeee.....
Suara tersebut terdengar seperti angin yang berhembus, dan sentak membuat bulu badanku merinding. Aku yang tadinya biasa saja, tidak merasakan takut sedikitpun, tiba-tiba saja nyaliku langsung menciut.

            Kucoba untuk melihat ke arah kamar mandi, dan suara tersebut tepat dari balik pintu kamar mandi. Aku juga hanya melihat kamar mandi tersebut secara sekilas, aku tidak berani terlalu menatap ke dalam kamar mandi tersebut. Tetapi 1 hal yang aku yakini, suara halus tadi berasal dari arah kamar mandi yang ada di sebelah kiriku itu.

            Baiklah, walaupun aku sudah mulai merinding dan nyaliku yang tadinya besar mulai menciut, kucoba untuk tetap tenang dan tidak terlalu memikirkannya.
Tetapi sesuatu hal aneh lain terjadi, walaupun kucoba untuk tetap fokus memasak dan tidak memikirkan suara tadi, bulu kudukku tetap saja merinding, tiba-tiba saja aku merasa ada yang mengawasiku yang sedang memasak.

            “Sialan.” Pikirku
Aku semakin merasa merinding, padahal sebelum kemunculan suara tadi aku biasa saja, tidak memikirkan hal-hal aneh apapun.
Tetapi suara halus tadi seperti suara seorang perempuan, suara tersebut benar-benar membuat aku merasa diawasi.

            Tentu saja aku mempercepat proses memasakku, tetapi airnya masih belum mendidih, jadi indomienya harus tetap ditunggu beberapa menit lagi.
Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi, perasaan takut ini, perasaan di awasi ini semakin menjadi-jadi. Aku semakin merasa ada yang melihatiku, padahal sudah kucoba untuk melihat keadaan sekitar, dan tidak ada siapapun di belakang maupun di sampingku.

            “Cepatlah.. please.” Dalam hatiku berkata.
Aku ingin cepat menyelesaikan acara memasak indomie ini, aku sudah semakin tidak tahan lagi. Rasa paranoid ini sudah semakin menjadi-jadi, hanya karena suara wanita yang berhembus dari dalam kamar mandi tadi.
Aku jadi merasa sangat takut, dan ingin sekali lari saja dari dapur ini. Tetapi indomie yang kumasak belom matang juga.

            Akhirnya dengan rasa takut bercampur gelisah, aku segera mematikan kompor, dan mengangkat cepat-cepat indomie itu ke dalam piring. Aku sungguh sudah tidak tahan lagi, aku sangat takut dan ingin segera lari dari dapur yang mengerikan ini.
Aku merasa semakin di awasi oleh bayang-bayang wanita yang aneh, karena suaranya yang telah membuat jantungku berdebar-debar tadi.

            “Alhamdulillah.” Ucapku dalam hati.
Akhirnya aku bisa segera pergi dari dapur ini, aku juga langsung saja mengambil minum, agar nanti tidak balik-balik lagi ke dalam dapur untuk mengambil gelas.
Tadi aku benar-benar merasakan perasaan yang paling aneh dan menakutkan, perasaan di awasi ketika memasak dan suara tadi benar-benar membuat jantungku berdebar-debar.

            Aku merasa suara perempuan tadi benar-benar nyata, bukan imajinasiku saja. Karena aku mendengarnya dengan kedua telingaku sendiri, suara tersebut benar-benar jelas. Suara yang sepertinya menegurku yang sedang memasak sendirian di dapur jam 1 malam.
Aku tidak habis pikir, padahal biasanya aku tidak pernah menjadi penakut seperti ini, karena aku memang sudah sering begadang dan mengambil minum di dapur.
Tetapi kali ini ceritanya benar-benar berbeda.

            Setelah selesai memakan indomie hingga habis, aku masih saja kepikiran kejadian yang baru saja ku alami. Kejadian yang terasa sangat lama, dan membuat aku ingin pingsan aja. Kejadian yang baru pertama kali kurasakan di rumah ini.
Aku benar-benar tidak menyangka akan mengalami kejadian mengerikan tersebut, apalagi ini jam 1 malam, semua orang sudah tidur dan makhluk-makhkluk halus berkeliaran.

            Terus saja pikiranku memikirkan hal itu, hingga membuatku makin sulit untuk terlelap. Sudah kucoba untuk berbaring dan menutup mata, tetapi rasa paranoid karena diawasi oleh seseorang membuatku tidak bisa tidur.

            Jadi terpaksa aku terus membuka mataku dan begadang hingga pagi tiba. Aku benar-benar tidak bisa tidur malam ini, karena kejadian mengerikan tadi.
Dan mulai saat ini aku menjadi takut jika memasak malam-malam sendirian di dapur. Aku masih terbayang oleh sosok mengerikan itu, dan suaranya yang begitu membuatku ingin lari.

            Ketika pagi tiba, aku tetap bersikap biasa, bahkan aku tidak menceritakan kejadian tersebut kepada keluargaku, karena aku tidak mau membuat mereka ikut berpikir yang aneh-aneh.
Aku ingin menceritakan kejadian ini kepada orang yang kucintai, tetapi tidak jadi. Akhirnya aku memendam kisah mengerikan ini sendiri.

            Aku merasa ada yang mengawasiku.


TAMAT

Silahkan berlangganan agar dapat update tentang blog ini dari email anda:

Jangan lupa lakukan Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda!

0 Response to "Cerpen: Suara Misterius Dari Kamar Mandi"

Posting Komentar

Berkomentarlah sesuai artikel, agar komentar kami terbitkan. Dan komentar yang mengandung url atau unsur promosi akan di hapus.
Terima kasih ^_^