Cerpen: Iri Tanda Tak Mampu


Cerpen tanda tak mampu

Judul : Iri Tanda Tak Mampu
Karya : Muhammad Mu’az
Kategori: Horor, Tragis, Pembunuhan
Rating Usia: 18+ (Terdapat adegan Kekerasan dan Sadis)


            Namaku Piero, aku adalah seorang anak keturunan negro yang memiliki kulit hitam dan rambut keriting. Kehidupanku sebagai orang kulit hitam di tempatku tinggal sangatlah menyakitkan. Karena aku tinggal di lingkungan yang ditempati banyak orang kulit putih, dan hanya keluarga kami sendiri yang keturunan negro.

            Aku pun tak lepas dari kasus bullying yang sangat kasar dari anak-anak seusiaku disini. Kadang ketika bertemu dengan mereka bertiga, aku selalu dipukuli, ditendangi, dan yang paling biasa adalah aku di hina abis-abisan karena kulitku yang sangat hitam dan juga rambutku yang keriting.

            Ya, mereka memang Rasis.

            Tetapi aku tetap mencoba untuk berpikir positif, aku berpikir mereka hanyalah iri terhadap kulit hitamku. Karena mereka semua hanya memiliki kulit putih, sedangkan yang memiliki kulit hitam hanyalah keluargaku. Jadi kuanggap saja mereka iri karena tidak bisa memiliki kulit hitam.

            Jadi aku berinisiatif untuk memberikan apa yang mereka mau. Agar mereka tidak terus merasa iri dan mengangguku lagi.

            Suatu malam yang sangat gelap, aku mendatangi ke tempat nongkrong tiga orang yang selalu membully diriku. Aku langsung jalan ke hadapan mereka, dan segera menyemprotkan semprotan merica yang membuat mata terasa sangat perih. Lalu setelah itu aku memukuli mereka bertiga dengan tongkat bisbol hingga pingsan.

            Setelah mereka bertiga sadar, mereka sudah terikat di halaman belakang rumahku yang sangat sepi dan gelap.
Kali ini aku akan memberikan mereka kesempatan untuk bisa memiliki kulit hitam seperti diriku. Karena aku orang baik, dan aku tidak ingin mereka terus iri kepadaku. Setidaknya aku harus memberikan apa yang mereka mau.

            Langsung saja kusiramkan mereka bertiga dengan bensin. Mereka hanya bisa menggeliat dan mencoba berbicara. Tetapi aku sudah menjahit mulut mereka bertiga, jadi semua usaha itu hanya sia-sia saja.

            “Baiklah kawan-kawanku. Bersyukurlah kalian punya tetangga yang baik seperti diriku. Karena aku akan memberikan apa yang selama ini kalian inginkan dariku. Yaitu kulit yang hitam dan rambut keriting!” ucapku.

            Kuhidupkan korek api dan kulemparkan kepada mereka. Api pun langsung membesar, karena bensin yang kusiram terlalu banyak.
Sekarang mereka mulai terbakar dan menggeliat seperti cacing kepanasan.
“Hahahahaha, sungguh pemandangan yang indah dan hangat!” ucapku sambil tertawa melihat mereka menari-nari di dalam api.

            Kulit-kulit mereka sudah mulai gosong dan menghitam. Mata mereka meleleh, dan rambut mereka terbakar hingga keriting dan menjadi debu.
Sempurna! Akhirnya rencanaku berhasil, dan mereka bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan.

            “Sama-sama kawan. Kalian tidak perlu berterima kasih.” Ucapku dengan senyuman manis kepada mereka bertiga yang sudah hangus dan sangat hitam.

Lalu, siapa selanjutnya?

END

Silahkan berlangganan agar dapat update tentang blog ini dari email anda:

Jangan lupa lakukan Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda!

0 Response to "Cerpen: Iri Tanda Tak Mampu"

Post a Comment

Berkomentarlah sesuai artikel, agar komentar kami terbitkan. Dan komentar yang mengandung url atau unsur promosi akan di hapus.
Terima kasih ^_^