Muaz Story – Hantu Cantik Yang Misterius (Part 6)



Judul Cerbung : Muaz Story – Hantu Cantik Yang Misterius
Tokoh Utama : Muaz & Larin
Genre : Horor, Misteri


Part 6 – Kebenaran Telah Terungkap

            Hari ini adalah hari yang besar untukku dan Larin. Karena pada hari ini, semua kebenaran yang selama ini kami cari, akhirnya bisa kami ungkapkan kepada orang tua Larin. Agar orang tuanya bisa tahu penyebab kematian anaknya yang sebenarnya selama ini telah Larin sembunyikan, dan agar Larin juga bisa cepat menghapus semua Kesedihan dan Kepedihan yang selama ini telah ia pendam di hatinya.
            Aku dan Larin akan pergi kerumah Larin dengan bantuan Dinda.
Aneh juga ya, kalau kita pergi kerumah sendiri, tapi malah orang lain yang nunjukkin jalannya. Rasanya jadi gimana gitu.
Ya tapi itulah nasib orang yang lupa ingatan. Tapi masih mending lupa alamat rumah sendiri sih, dari pada lupa gimana caranya bernafas. Kan gawat.

            Setelah beberapa menit perjalanan, kini kami bertiga sudah berdiri di depan rumah yang cukup besar. Dinda langsung mengajak kami untuk masuk ke halaman rumah. Dinda mengetuk Rumahnya dan mengucapkan salam.
Lalu munculah seorang ibu-ibu yang mirip dengan Larin. Sudah pasti kalau itu adalah ibunya Larin.
Larin pun hanya terdiam ketika melihat wajah ibu tersebut. Sepertinya ia sudah mulai merasakan ikatakan yang kuat dengan ibu tersebut.

            Kini kami berempat dengan ibunya Larin sudah duduk di ruang tamu. Dan Dinda memperkenalkan aku sebagai teman dekatnya Larin.
Akupun langsung memperkenalkan diri. Lalu ibu Larin menanyakkan alasan kedatangan kami ke rumah ini.
Dinda langsung menceritakan semuanya kepada ibu Larin. Semua tentang masalah yang Larin hadapai sebelum ia meninggal. Dan alasan mengapa Larin sampai berani bunuh diri untuk mengakhiri hidupnya sendiri.
            Seketika itu ibu Larin terlihat sangat lemas. Ia langsung menangis, tangisannya sungguh membuat hatiku terpukul. Apalagi melihat keadaan ibunya yang sekarang hanya tinggal berdua dengan adik perempuan Larin yang masih SMP. Sedangkan ayah Larin sudah lama meninggal karena kecelakaan.
Aku sungguh merasa kasihan dengan ibunya. Kesedihan yang dirasakan ibunya pasti sangat dalam.
Lalu kuperhatikan pula Larin yang duduk disampingku, sepertinya Larin juga ikut menangis. Air matanya mengalir dengan sangat cepat. Ia tidak sanggup melihat keadaan ibunya sekarang, karena perbuatannya sendiri.

            Aku yang sudah merasa tidak sanggup untuk menahan perasaanku akhirnya ikut bicara.
“Bu.. Aku sangat mengerti perasaan ibu sekarang. Aku juga bisa merasakan kesedihan ibu karena kepergian Larin. Karena aku juga sangat mengenal Larin Bu. Dia adalah seorang wanita yang sangat Baik. Dia sampai membiarkan dirinya sendiri tersiksa, asalkan orang lain tidak merasa sedih karena kepedihan yang dialaminya.”
Aku terdiam sejenak, kulihat ibunya masih meneteskan Air mata.
“Sudahlah bu, sekarang mari kita selesaikan semua masalah Larin. Kita akhiri penderitaannya di dunia ini, biarkan dia tenang di alam sana. Tempat untuk orang-orang baik seperti dirinya.” Sambungku.
“Terima kasih nak. Kalian berdua memang sahabat Larin yang sangat setia kepadanya.” Kata ibu Larin sambil mengusap air matanya.
“Tapi bu, saya sungguh minta maaf. Saya benar-benar menyesal, karena baru sekarang saya bisa menceritakan semuanya kepada ibu.” Kata Dinda yang juga ikut menangis.
Lalu dibalas dengan senyuman manis dari ibu Larin, “Tidak apa-apa nak. Terima kasih, karena kamu sudah menjadi teman yang sangat baik untuk Larin. Dan besok juga ibu akan melaporkan soal pembullyan yang sudah menimpa Larin di sekolah. Ibu akan pastikan mereka mendapatkan hukuman atas apa yang telah mereka perbuat kepada Larin selama ini.”

            Akhirnya semua masalah Larin sudah kami ceritakan kepada Ibunya. Sekarang permasalahan Larin akan segera diselesaikan.
            Setelah mengobrol cukup lama dirumah Larin. Aku dan Dinda akhirnya memutuskan untuk berpamitan untuk pulang kepada ibunya Larin.
Kulihat Larin masih sangat sedih, karena harus meninggalkan ibunya. Dia sangat ingin berbicara kepada ibunya jika dia bisa. Dan dia sangat ingin memeluk erat ibunya. Tapi sayangnya semuanya sudah terlambat.
Tapi bagaimanapun, kasih sayang seorang ibu kepada anaknya pastilah sangat besar. Larin pasti bisa merasakan kasih sayang ibunya kepadanya.

            Sebelum pulang, aku meminta kepada Dinda untuk menemaniku berziarah ke Kuburan Larin. Karena itu kami bertiga pun langsung menuju ke Pemakaman.

Sekarang tepat di bawahku, kulihat Batu Nisan yang terukir nama Larin.
Sungguh sedih hatiku melihat kuburan ini. Begitu pula dengan Larin sendiri.
Bagaimana perasaan seseorang jika ia melihat kuburannya sendiri di depan matanya saat ini?
Hanya Larin lah yang tau perasaan itu.
            Larin kembali menangis di depan kuburannya. Ia benar-benar merasa sedih.
Dinda pun akhirnya berpamitan pulang setelah berziarah ke kuburan Larin. Sedangkan aku masih ingin menemani Larin disini.
“Sudahlah Larin. Dirimu sedang tertidur nyenyak di dalam sana. Karena semua masalahmu akan segera berakhir. Dan kamu bisa pergi dengan tenang ke tempat yang indah.” Kataku sembari menenangkan Larin yang masih menangis.

            Setelah cukup lama aku menemani Larin di kuburannya. Akhirnya kami pun segera pulang.

*****

Ke-esokan harinya, aku mendapatkan kabar dari Dinda bahwa pihak sekolah telah mengeluarkan teman-teman yang telah membully Larin. Bukan hanya dikeluarkan, mereka juga tidak akan diterima lagi di sekolah manapun. Dan harus ikut di Lembaga Mental yang akan merehabilitasi mereka untuk tidak berbuat aksi bully lagi.
            Mendengar kabar itu, aku sangat senang. Akhirnya para pelaku pembully Larin sudah bisa diberi hukuman.
Larin juga ikut tersenyum ketika kuceritakan hal tersebut padanya. Sepertinya dia sekarang sudah mulai bisa menerima semuanya. Kini aku bisa merasakan kesedihannya sudah mulai terhapus. Dan dia akan segera mendapatkan ketenangan.

            “Akhirnya, setelah beberapa lama. Kita berhasil menyelesaikan masalahmu di dunia ini.” Kataku kepada Larin.
“Semua ini berkat bantuanmu Muaz. Kamu dari awal yang sudah mau menerima dan menolongku. Aku sangat senang dan bahagia bisa bertemu denganmu.” Kata Larin dengan senyuman manisnya.
Larin lalu memeluk diriku. Akupun juga memeluk dirinya. Akhirnya aku bisa membantu Larin menyelesaikan masalahnya.
Akhirnya kemampuanku melihat Hantu ini bisa berguna juga untuk pertama kalinya. Aku merasa sangat beruntung bisa bertemu dan melihat Larin.
Larin melepaskan pelukannya, lalu menatapku dengan sangat tenang.
“Jika saja aku diberikan kesempatan untuk hidup kembali ke dunia ini, aku akan selalu ingin bersama denganmu. Aku ingin kita selalu bersama. Aku ingin sekali.” Kata Larin dengan lembut.
Sentak setelah mendengarkan kata tersebut, air mataku tiba-tiba saja menetes. Aku segera menghapusnya.
“Kenapa kamu menangis Muaz?” tanya Larin.
“Tidak tidak, Aku hanya.. Tadi ada Lalat yang menempel di mataku. Jadi mataku terasa perih dan mengeluarkan air mata.” Kataku membuat alasan.
Larin pun tertawa kecil mendengar kebohongan bodohku itu.

            Dalam hatiku pun berkata sama seperti yang Larin katakan.
Aku ingin selalu bersamanya. Larin wanita yang sangat baik, lembut, dan juga cantik.
Kurasa aku sudah mulai jatuh cinta dengannya. Tapi sayang, dunia kami sungguh berbeda. Mungkin takdir tidak mempertemukan kami untuk menjadi sebuah pasangan yang akan selalu bersama hingga menikah.
Aku masih ingin terus bersama Larin.
Sepertinya hari-hari yang kami lewati terasa sangat cepat berlalu. Semua waktu yang kami lewati bersama sangat cepat berubah menjadi sebuah kenangan. Dan mungkin hari esok Larin hanya tinggal ingatan di dalam Memoryku.
Seperti yang kita semua tahu, jika Arwah Gentayangan sudah tenang karena semua masalahnya sudah selesai, pasti ia akan segera menghilang, kembali ke Alamnya.

            “Walaupun kita tidak bisa bersama lagi, tapi aku tidak akan pernah melupakanmu Larin. Aku akan selalu mendoakan dirimu, dan akan selalu menaburkan bunga yang indah di kuburanmu.” Kataku dengan menatap Larin.
Larin pun akhirnya menangis. Aku tidak tahu apakah itu tangisan Kebahagiaan atau Kesedihan karena kami akan segera berpisah.
Aku juga merasakan hal yang sama dengan dirinya.
Aku sekarang bingung harus apa. Di satu sisi, aku senang karena masalah Larin sudah berakhir, dan dia bisa menghilangkan semua rasa pedih yang ada dihatinya.
Tapi disisi yang lain, aku juga tidak mau kehilangan Larin secepat ini.

            “Janji yah, kalau kamu akan selalu mengingatku dan selalu mendoakan diriku.” Kata Larin dengan pipinya yang basah karena air matanya, tetapi ia tetap mencoba untuk tersenyum kepadaku.
“Iya, aku janji tidak akan pernah melupakan dirimu Larin. Aku tidak akan pernah melupakan senyuman indahmu yang membuat hatiku bahagia.”
            Kami sudah berjanji dengan jari kelingking kami.
Aku tidak tau kapan waktunya Larin akan menghilang dan pergi meninggalkanku. Aku juga enggan untuk bertanya padanya.
Sekarang, aku hanya ingin menikmati waktu yang tersisa dengan dirinya. Aku ingin lebih lama melihat senyumannya yang sangat indah.
Aku ingin menggenggam erat tangannya yang dingin, dan memberikan kehangatan cinta kepadanya.

            Aku memberanikan diri untuk mencium kening Larin. Dan dia pun kembali tersenyum kepadaku.
Kami berdua menghabiskan waktu yang cukup lama untuk saling menatap satu sama lain dan tersenyum.
Rasanya hari ini adalah puncak kebahagiaan di hidupku. Ini pertama kalinya aku mengerti arti cinta yang sesunggunya. Walaupun hanya kepada seorang Hantu, tetapi cinta tetaplah cinta. Ia akan hidup abadi selamanya walaupun orang yang memilikinya telah mati.

            Cinta adalah Kepercayaan satu sama lain.
Percaya untuk saling menjaga perasaan, dan percaya untuk saling melindungi, dan percaya untuk tetap bersama.
Seperti yang dikatakan Zainuddin di dalam film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Bahwa tidak ada kebahagiaan terbesar di dunia ini selain  Kebahagiaan Cinta.
Dan seperti kata artis Kung Fu yang terkenal dari Cina, yaitu Kekuatan terbesar adalah Cinta.
           
            Ingatlah kawan, Cinta bukanlah Nafsu, tetapi Perasaan.
Tanpa Cinta, Kau tidak pernah mengerti akan arti hidup di dunia ini.
Tidak ada kata Lebay dalam Cinta, yang ada hanya kata Tulus.

Bersambung...


Baca cerita selanjutnya: Muaz Story – Hantu Cantik Yang Misterius (Part 7 - Ending)

Silahkan berlangganan agar dapat update tentang blog ini dari email anda:

Jangan lupa lakukan Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda!

0 Response to "Muaz Story – Hantu Cantik Yang Misterius (Part 6)"

Posting Komentar

Berkomentarlah sesuai artikel, agar komentar kami terbitkan. Dan komentar yang mengandung url atau unsur promosi akan di hapus.
Terima kasih ^_^