Muaz Story – Hantu Cantik Yang Misterius (Part 4)



Judul Cerbung : Muaz Story – Hantu Cantik Yang Misterius
Tokoh Utama : Muaz & Larin
Genre : Horor, Misteri


Part 4 – Mencari Identitas Larin

            Malam ini adalah malam minggu. Dimana malam para Jomblo mulai merasakan hal-hal ganjil, seperti nangis sendiri, atau tidur bareng guling kesayangannya.
Dan buat yang lagi pacaran, malam minggu akan menjadi malam yang paling ditunggu-tunggu. Karena mereka bisa jalan bareng pacarnya dan berduaan buat maksiat.
            Dan dimalam minggu ini, aku akan memulai langkah pertama untuk membantu Larin menemukan ingatannya yang hilang.
Aku dan Larin akan begadang di depan Laptop malam ini. Ada hal yang akan kucari. Dan karena besok libur sekolah, aku jadi tidak perlu khawatir dimarahin ibuku.

            “Okelah, malam ini kita akan mulai mencari identitas dirimu yang dulu.” Kataku kepada Larin yang duduk disebelahku.
“Bagaimana caranya?” tanya Larin.
“Tenang saja, dengan menggunakan benda ajaib yang disebut Laptop ini, dan dengan menggunakan Internet, kita bisa menemukan apapun yang ada di dunia ini.” Jawabku yang sok keren. Padahal bisanya cuma Facebookan doang.

            Jaman sekarang siapapun pasti punya akun Facebook, Sosial Media yang sangat populer dikalangan anak muda.
Dan aku yakin, Larin juga pasti memiliki akun facebook ketika dia masih hidup dulu.
Jadi langkah pertama yang akan kulakukan adalah menemukan akun facebook Larin dan mencoba mencari informasi-informasi penting dari akunnya.

            “Sekarang, aku coba buat cari nama kamu di pencarian Facebook. Jika ada, berarti kita beruntung.” Kataku pada Larin.
“Baiklah, aku serahkan semuanya padamu Az.”
            Pencarian pun dimulai.
Aku coba buat cari facebook yang namanya Larin. Tetapi yang keluar cukup banyak, dan namanya lebay-lebay banget.
Ada yang namanya Laarin Ciee Imueetz. Sumpah, ini buat aku udah mulai mual.
Dan yang lebih parahnya lagi, ada akun yang namanya Lariin Cienta Kamue Apha Adhanya Clamanya. Paraaaaaah, sekarang aku muntah.
Kenapa sih, pada make nama facebook yang lebay-lebay banget. Apa mereka gak diajarin bahasa indonesia yang baik dan bener sama gurunya?
Atau emang merekanya aja yang kebanyakan makan Duren?

            Setelah sekian lama mencari, akhirnya aku menemukan sebuah akun facebook yang bernama Larin.
Kucoba untuk melihat Profilnya, dan ternyata bener! Itu adalah facebooknya si Larin. Sudah terpampang jelas Foto Larin di profilnya.
            “Lihat Rin! Akhirnya kita temukan akun facebookmu!” kataku girang.
“Waaah, iyaya. Tapii.. Sejak kapan aku punya akun facebook? Emang fungsinya buat apaan Muaz?” tanya Larin bingung.
“Hadeeeeeh... Bener-bener lupa ingatan ya kamu.”
“Yaudah deh, coba langsung aja aku cari informasi apa saja tentang kamu yang bisa kita dapatkan dari akun ini.” Jawabku.

            Aku coba buat lihat informasi Pribadinya.
Seperti alamatnya, umurnya, sekolahnya, dan pacarnya. Eh, kagak kagak.
            Akhirnya aku tau Larin tinggal dimana.
Ternyata dia tinggal di Komplek Modern yang ada di kotaku ini. Pantes saja aku tidak pernah melihatnya.
Dia juga sekolah di SMA yang cukup Populer. Sangat beda dengan sekolahku yang cukup membosankan dan banyak hantunya.
            Dan aku coba buat lihat foto-foto Larin semasa hidupnya.
Buset dah, bener-bener cantik! Aku gak nyangka Larin semasa hidupnya dulu cantik banget. Hatiku jadi berasa pengen jadiin Pacar.
Tapi yang bener aja dah. Sekarang kan dia udah jadi hantu. Jadi kesempatanku sudah Lenyap untuk selama-lama-lama-lamanya.

            Setelah kami berdua mencari-cari identitas Larin. Aku pikir lebih baik untuk bertanya langsung tentang Larin pada teman dekatnya.
Semua orang pasti punya Teman dekat. Teman yang paling tau tentang diri kita, dan selalu ada untuk kita. Walaupun sampai saat ini aku belum memilikinya.
            Kucoba buat lihat-lihat beranda Larin. Aku ingin mencari teman yang paling sering berintraksi dengan Larin. Dan ternyata ada seorang cewek, yang sering komen di setiap status Larin. Dan sering banget foto berdua dengan Larin. Mereka terlihat seperti seorang sahabat dekat.
Nama cewek tersebut adalah Dinda.

            “Hei Larin, kamu masih ingat gak sama temen kamu yang namanya Dinda ini?” aku bertanya sambil memperlihatkan foto Dinda.
“Hemmm.. Sepertinya wajahnya gak asing buatku. Dan entah kenapa ada rasa aneh dihatiku ketika melihat wajahnya. Seperti rasa rindu yang besar.” Kata Larin.
“Baiklah. Mari kita cari tau sendiri. Sebenarnya apa hubunganmu dengan Dinda.” Kataku.
            Aku coba Add Facebook Dinda dan mengirim pesan kepadanya.
Aku : Hai
Dan ternyata pas sekali waktunya. Ternyata Dinda sedang Online, dan langsung menerima permintaan temanku dan membalas pesanku. Kami pun chattingan.
Dinda : Iya, ada apa.
Aku : Maaf sebelumnya kalau aku ganggu.
Dinda : Iya gak papa. Kamu kenal aku?
Aku : Sebenarnya aku gak kenal sama kamu. Tapi ada hal penting yang harus kusampaikan padamu.
Dinda : Apa itu?
Aku : Apakah kamu kenal Larin?
Dinda : Apaa!? Apakah kamu juga kenal dengan Larin?!
Aku : Yah. Aku teman Larin. Dan sekarang aku sedang bersamanya. *serem*
Dinda : Bagaimana bisa kamu sedang bersama sahabatku!? Dia sudah meninggal! Jangan-jangan kamu orang gila yang berpura-pura mengenalnya!
Buset daaah. Enak banget ya ngatain aku gila. Larin juga yang melihatku dikatain gila malah ketawa-ketawa kecil. Sabar daaah.
Aku : Aku bukan orang gila. Tapi serius, aku adalah teman Larin. Dan sekarang aku sangat membutuhkan bantuanmu.
Dinda : Apa maksudmu? Bantuan apa? Jangan membuatku bingung!
Aku : Aku tidak bisa mengatakannya melalui facebook. Bagaimana kalau kita bertemu? Ini demi Larin, sahabatmu.
Dinda : Bagaimana aku bisa percaya kepadamu? Kamu itu orang asing yang tiba-tiba meminta bantuanku.
Aku : Tolonglah. Aku benar-benar membutuhkan bantuanmu. Ini demi Larin.
Setelah beberapa saat, aku terus mencoba untuk meyakinkan Dinda.
Yah, aku sendiri juga pasti curiga kalau ada orang yang baru kenal langsung ngajak ketemu. Apalagi orang itu Om-om yang sedang mencari mangsa para remaja putri muda untuk dijadikan istri kedua. Amit-amit.

            “Bagaimana ini? Temanmu tidak mau bertemu denganku. Padahal kita sangat butuh informasi darinya mengenai dirimu.” Tanyaku kepada Larin.
“Coba ajak Dinda untuk bertemu di taman dekat sekolah kami. Di bawah pohon besar yang ada bangku panjangnya.” Jawab Larin seperti sudah sering ke tempat itu.
“Apa? Bagaimana kamu bisa tau tempat itu?” tanyaku.
“Entahlah. Tiba-tiba saja tempat tersebut muncul di kepalaku. Sepertinya itu tempat yang sering aku kunjungi.”
            Baiklah. Aku coba ajak Dinda untuk bertemu di tempat yang dikatakan Larin.

Aku : Begini saja. Bagaimana kalau kita bertemu di taman dekat sekolahmu. Dibawah pohon besar, di kursi panjang?
Dinda : Apa? Bagaimana kamu bisa tau tempatku dulu bersama Larin?
Aku : Aku janji. Aku akan ceritakan semuanya jika kita bertemu nanti. Tolonglah.
Dinda : Baiklah. Kapan kamu ingin bertemu?
Aku : Besok bagaimana? Sekitar jam 10 pagi?
Dinda : Oke. Awas kalau Kamu berani macam-macam denganku! Aku akan melaporkanmu ke Polisi!
Aku : Iyeiye, Makasih. Sampai bertemu besok.

            Huh.
Akhirnya mau juga tuh anak diajak ketemu.
Akhirnya sebentar lagi misteri tentang kematian Larin bisa segera terpecahkan.
Aku harus cepat menyelesaikannya. Agar Larin tidak terus-terusan merasa sedih. Aku tidak ingin Dia menderita.

            “Larin.. Besok kita akan temui temanmu. Semoga dia bisa membantu kita mencari tau fakta mengenai kematianmu yang masih menjadi misteri ini.” Kataku kepada Larin.
“Iya. Aku sangat berterima kasih kepadamu Muaz. Aku gak tau apa yang terjadi padaku jika aku tidak bertemu denganmu. Kurasa aku hanya akan menjadi Hantu yang bergentayangan kesana kemari dengan kesedihan yang tak akan pernah hilang.”
            Kulihat wajah Larin kembali murung dan tertunduk.
Aku memeluk Larin. Dan mencoba untuk membuatnya merasa baikan.
Sepertinya diantara kami sudah mulai ada sebuah ikatan khusus yang spesial. Aku sudah mulai bisa mengerti apa yang dirasakan Larin sekarang.
Sungguh miris nasibnya. Seorang wanita remaja seuisaku yang sudah mati dan kini menjadi hantu. Tetapi dia tetap saja masih menderita dan tidak tenang.
Aku gak tau bagaimana kalau aku yang berasa di posisinya sekarang.
Mungkin aku udah jadi Gundoruwo atau Pocong yang gangguing orang pacaran setiap malam minggu.

            Tak terasa jam sudah menujukkan pukul 12 malam. Aku harus segera tidur agar bisa bangun cepat besok pagi, dan bertemu dengan Dinda.
            “Larin. Kali ini ketika aku tidur, kamu tidak boleh pergi kemanapun mengerti?”
“Iya Muaz.” Larin tersenyum.

            Baru kali ini aku merasa senang karena mempunyai kemampuan untuk melihat Hantu.
Karena jika tidak, sampai saat ini aku tidak akan bisa melihat dan membantu Larin.
Aku pasti hanya melewatinya setiap hari, dan Larin hanya bisa menangis setiap hari.
            Ada saatnya sesuatu yang kita pikir buruk untuk diri kita, ternyata suatu saat sesuatu tersebut bisa membantu diri kita.
Jadi bersyukurlah untuk apapun yang diberikan Sang Pencipta di hidup kita.

Bersambung...


Baca cerita selanjutnya: Muaz Story – Hantu Cantik Yang Misterius (Part 5)

Silahkan berlangganan agar dapat update tentang blog ini dari email anda:

Jangan lupa lakukan Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda!

0 Response to "Muaz Story – Hantu Cantik Yang Misterius (Part 4)"

Posting Komentar

Berkomentarlah sesuai artikel, agar komentar kami terbitkan. Dan komentar yang mengandung url atau unsur promosi akan di hapus.
Terima kasih ^_^