Muaz Story – Hantu Cantik Yang Misterius (Part 3)



Judul Cerbung : Muaz Story – Hantu Cantik Yang Misterius
Tokoh Utama : Muaz & Larin
Genre : Horor, Misteri


Part 3 – Larin Hilang

            Larin bercerita cukup panjang kepadaku.
Ia mengatakan bahwa ketika pertama kali ia sadar, ia sudah berada di depan Rumah Kosong tersebut. Dan ia juga baru sadar dirinya hantu saat itu. Karena itulah Larin menangis dan hanya bisa duduk di tangga rumah tersebut.
            Kalau Teori Pemikiranku sih, sepertinya rumah tersebut adalah titik tempat dimana para manusia yang baru saja menjadi hantu akan muncul. Seperti sebuah Gerbang gitu, untuk tempat keluar para hantu.
Jadi jika ada manusia yang baru saja menjadi hantu, maka akan muncul di sekitar Rumah Kosong tersebut. Tapi pertanyaannya adalah, kenapa harus dirumah kosong itu?
Apakah gak ada tempat lain? Seperti pohon pisang atau pohon toge gitu?
Yaudahlah.

            “Jadi hanya itu yang kamu tau Rin?” Tanyakku.
“Iya. Untuk sekarang, hanya itu yang dapat kuberitahukan kepadamu. Nanti jika ingatanku sudah mulai pulih, aku pasti bisa mengingat lebih banyak lagi.” Kata Larin.
“Baiklah kalau begitu. Hari sudah sangat malam, aku harus tidur. Karena besok aku harus ke sekolah lagi.” Kataku.
“Baiklah.” Jawab Larin singkat.
“Tapi, apakah hantu tidak tidur?” tanyaku sedikit penasaran.
“Ya enggak lah. Hantu itu udah gak punya nafsu buat tidur. Ada-ada saja pertanyaan kamu.” Kata Larin.
“Hehehehehe. Ya maaf, namanya juga orang penasaran gitu loh.” Kataku dengan nyengir.
Lalu aku kembali bertanya, “Bener nih gak apa-apa aku tinggal tidur?”
“Iya gak papa. Aku bakal berusaha mengingat sesuatu malam ini.” Kata Larin.
“Yaudah deh. Jika kamu mengingat sesuatu, besok pagi katakan padaku ya.” Kataku.
“Oke.” Jawab Larin singkat.

            Sebenarnya sih aku gak enak juga ninggalin Larin karna tidur.
Tapi ya namanya juga manusia, kita masih punya mata yang bisa ngantuk. Gak kayak hantu yang malah lebih aktif buat nakutin orang di malam hari.
Hampir sama seperti Maling, Jomblo, dan juga Babi Ngepet. Karena mereka semua lebih aktif dimalam hari. Huehehehehe

Akhirnya aku pun tertidur.

            *Treeeerrrrrtttt*
Jam beker yang ada di samping tempat tidurku sudah berbunyi, yang berarti aku harus pergi sekolah.
Hal pertama yang kuingat selain guru Killer adalah si Larin.
Kemana dia pergi!? Bukankah tadi malam Larin masih ada di kamarku!!???
            Aku sangat Panik!
Aku sudah mencoba untuk mencari Larin dimana-mana.
Aku coba cari di dalam lemari pakaianku, tapi tidak ada. Aku coba cari di bawah tempat tidurku, juga tidak ada. Dan aku coba cari ke seluruh rumahku, tidak ada dimanapun.
Kemana ia pergi!!???
Apa yang harus aku lakukan sekarang!?
Malah aku harus pergi sekolah lagi! Huh! Semua ini hampir membuatku Gila!

            Karena ibuku juga sudah mulai marah melihat tingkahku yang gak jelas. Ia segera menyuruhku mandi, pakaian, sarapan, dan langsung pergi ke sekolah, agar tidak telat.
Aku hanya bisa menurut apa yang dikatakan ibuku. Dan aku berencana untuk segera mencari Larin sehabis pulang sekolah.
            Ketika berada di sekolah pun, pikiranku masih saja terus memikirkan dimana Larin berada.
Aku bisa gila cuma gara-gara seorang hantu!
Lagian kenapa juga sih, ada hantu yang bisa ngilang segala. Larin juga kan baru saja menjadi hantu dan lupa ingatan. Gimana kalau dia tersesat dijalan? Terus jumpa pereman dan dirampok?
Eh, dia kan hantu, kalau preman jumpa Larin, yang pastinya premannya yang bakalan takut setengah mati.

            Bell sekolah pun akhirnya berbunyi. Aku menjadi seorang siswa yang paling cepat keluar kelas. Pikiranku hanya 1, yaitu dimana si Larin???
Aku coba buat cari keliling kota. Semua jalan-jalan aku jelajahi. Semua rumah kulihat satu persatu, bahkan gang-gang kecil tempat biasa orang pacaran pun aku perhatikan. Tapi tidak ada satupun yang menunjukkan tanda-tanda Larin.
Lalu tiba-tiba saja aku mengingat 1 hal. Aku mengingat Rumah Kosong yang menjadi tempat pertamaku bertemu dengan Larin.
Yah! Aku harus coba mencari Larin kesana. Mana tau dia beneran ada di sana dan menangis lagi seperti pertama kali aku menemukannya!

            Akupun segera bergegas menujut TKP, yaitu Rumah Kosong tempat pertama kali aku menemukan Larin.
Aku berharap dia benar-benar ada disana. Entah mengapa aku merasa bahwa dia adalah tanggung jawabku. Jadi aku harus tetap menemukannya dan membantunya untuk menyelesaikan masalah hidupnya.
            Dan benar saja!
Ketika aku sampai di depan Rumah Kosong, aku kembali melihat Larin sedang menangis di tangga rumah tersebut. Kejadiannya benar-benar mirip seperti pertama kali aku menemukan Larin.
Langsung saja aku pergi menemuinya yang sedang menangis.

            “Hei Larin! Kemana saja sih kamu!” tanyakku dengan nada yang sedikit marah.
Larin mengangkat kepalanya dan melihat kearahku. Ia langsung berlari dan memeluk diriku.
Aku hanya bisa pasrah. Ya itung-itung bonus lah. Hueheheh
Tapi Larin kan seorang hantu, sama aja rasanya gak seperti pelukan dengan manusia. Larin sudah tidak memiliki suhu tubuh lagi. Jadi badannya hanya terasa dingin.
            “Jawab pertanyaanku Larin!” tanyakku.
“Maafkan aku Muaz. Aku tadi malam benar-benar gelisah. Aku bingung harus apa. Jadi aku memutuskan untuk mencoba menjelajahi kota ini untuk menemukan rumahku dan ingatanku yang hilang. Tetapi ternyata aku malah tersesat.” Jawab Larin dengan terisak-isak.
Aku juga seorang lelaki normal, ketika melihat wanita menangis, hatiku pasti luluh. Jadi aku coba untuk menenangkannya.
“Yaudahlah. Yang penting sekarang kamu sudah bertemu kembali denganku.”
Lalu aku bertanya, “Tapi, bagaimana kamu bisa berada di sini? Mengapa kamu tidak kembali saja kerumahku?”
“Aku tadinya ingin kembali kerumah mu, tapi aku benar-benar lupa jalan pulang. Anehnya, aku hanya bisa mengingat jalan menujut Rumah Kosong ini. Aku bisa merasakan dimana Rumah Kosong ini dengan mudah. Karena itu aku datang kembali kemari.” Jawab Larin.
“Yaudah deh. Lain kali kalau mau pergi kemanapun, kamu harus beritahu aku. Sekarang aku lah yang bertanggung jawab atas dirimu. Ngerti kan?”
“Iya, aku sungguh minta maaf ya Muaz.” Jawab Larin.
“Yaudah jangan sedih lagi. Gimana kalau aku traktir Es Krim. Mau gak?” tanyaku.
“Iiissss, kamu ngejek aku ya! Aku kan hantu, mana bisa lagi makan Es Krim!” jawab Larin dengan nada kesal.
“Huehehehehe. Iya iya maap. Aku khilaf. Huehehehe.”

            Dan akhirnya kami memutuskan untuk kembali pulang kerumahku.
Hari ini adalah hari yang cukup melelahkan untukku. Karena si Larin pake acara mendadak hilang pula. Aku jadi bener-bener bingung dan repot harus cari dia kemana.
            Tapi satu hal yang aku dapatkan dari hari ini. Yaitu mengenai misteri Rumah Kosong tersebut.
Aku memiliki Teori Pemikiran bahwa Rumah Kosong tersebut memang menjadi Inti dari Hantu-hantu yang ada di kota ini.
Buktinya si Larin bisa dengan mudah menemukan Rumah Kosong ini. Padahal jalan kerumahku yang sudah kami lewati saja dia lupa.
Bener-bener misterius nih rumah.
            Yaudah deh. Aku harus memikirkan langkah awal buat melakukan metode pemulihan ingatan Larin.
Semoga aku bisa membantunya. Agar Larin juga bisa cepat mengetahui apa sebenarnya yang menyebabkan ia menjadi hantu.
Dan satu pertanyaan yang terpikirkan olehku. Apakah hantu bisa dijadikan pacar?

Bersambung...


Baca cerita selanjutnya: Muaz Story – Hantu Cantik Yang Misterius (Part 4)

Silahkan berlangganan agar dapat update tentang blog ini dari email anda:

Jangan lupa lakukan Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda!

0 Response to "Muaz Story – Hantu Cantik Yang Misterius (Part 3)"

Post a Comment

Berkomentarlah sesuai artikel, agar komentar kami terbitkan. Dan komentar yang mengandung url atau unsur promosi akan di hapus.
Terima kasih ^_^