Cerbung: Hutan Terlarang – Part 4 (END)



Aku sudah mulai menyerah dengan keadaan.
Sudah 20 menit aku terduduk diam disini dan badanku sama sekali tidak bisa digerakkan juga.
Bahkan untuk menggerakan jari-jari kaki pun tidak bisa. Ramuan yang diberikan kakek tua itu benar-benar luar biasa.
Aku sudah pasrah, aku lelah, aku tidak tau bagaimana lagi menyelamatkan diri dalam keadaan yang sangat parah seperti ini.
Belum lagi dengan masalah Manusia Serigala yang belum aku ketahui dimana ia berada sekarang.

Aku juga tidak melihat kakek tersebut dari tadi. Kurasa ia sedang mengawasiku dari dalam rumah pondok itu sekarang.

Setelah rasa ngantuk menyerang mataku, aku dikejutkan dengan kedatangan se-ekor makhluk berbulu dan berbadan besar.
Matanya merah menyala, aku bisa melihat jelas matanya yang merah di kegelapan tepat di depanku.
Sepertinya ia sudah menemukan tempat aku berada, dan dari balik pohon besar di depanku ia mulai berjalan mendekatiku.

Semua rasa ketakutan yang sudah tertutup rasa pasrah tadi kembali memuncak dalam diriku!
Aku benar-benar merasa takut sekarang!
Makhluk aneh dan mengerikan itu hanya berjarak 15 meter di depanku!
Aku sudah mulai bisa melihatnya dengan sangat jelas.
Sialan!

Manusia Serigala tersebut terlihat masih sangat lapar. Padahal tadi dia sudah merobek-robek isi perut temanku dan memakannya dengan sangat rakus!
Mulutnya masih basah dengan darah segar. Dan cakar-cakarnya juga masih menempel darah-darah dan sisa-sisa daging manusia yang baru saja ia robek-robek.
Aku benar-benar takut!
Aku tidak ingin dirobek hidup-hidup!
Aku tidak ingin mati dengan cara yang sangat sadis seperti itu!

Tetapi sepertinya Manusia Serigala tersebut masih saja lapar dan haus akan darah manusia.
Ia mulai mendekatiku, tetapi sekarang ia berlari!
Ia mulai berlari dengan cepat ke arahku!
Aku sudah tidak sanggup lagi! Jantungku berbedar dengan sangat cepat!
Pikirkanku sudah sangat hancur! Aku tidak ingin mati disini!
Tidaaaak!!!

*Besssttt Crott!*
Apakah aku sudah mati?
Apakah aku sudah menjadi mayat sekarang?
Apakah aku sudah dicabik-cabik dan dirobek oleh Mahkluk Sialan ini!?
Aku benar-benar takut untuk membuka mataku!

Tetapi perlahan-lahan kucoba untuk membuka mataku.
Dan ternyata Manusia Serigala itu sudah mati tergeletak 3 meter di depanku!
Manusia Serigala tersebut mati dengan panah yang telah menembus otaknya.
Apa yang telah terjadi!!???
Apa yang salah!!???
Apa sebenarnya rencana kakek tua tersebut!???
Apakah ia telah membunuh anaknya sendiri!!????

Terdengar langkah kaki dari belakangku.
Benar saja, ternyata itu adalah kakek tua. Ia berjalan mendekatiku dan tepat berdiri di sampingku lalu menatap dengan tatapan bengis kepada makhluk tersebut.

“Sudah kubilangkan, ini akan berakhir menarik! Hahahahaha!” kakek tersebut tertawa puas.
“Ap.. Appaa yang sebenarnya kau rencanakan kakek sialan!” tanyaku dengan sedikit takut dan kesal.
“Sudah kubilang kau takkan mengerti nak. Karena kau belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi disini.” Kata kakek tersebut kepadaku.
“Apa yang tidak kuketahui!? Bagaimana aku bisa tau kalau kau sendiri tidak memberitahuku apapun!” teriakku.
“Baiklah, karena sekarang Makhluk Sialan ini telah mati, aku akan menceritakan hal yang sebenarnya.”

Kakek tersebut duduk di sebelahku, lalu ia melanjutkan ceritanya.
“Sebenarnya aku berbohong kepadamu. Aku datang dan menetap ke hutan ini bukan untuk mencari anakku yang hilang. Sebaliknya, aku hanya ingin membunuh makhluk yang telah menerkam dan memakan anakku.”
Aku bertanya, “Jadi maksudmu, Manusia Serigala ini telah memakan anakmu?”
“Yah, itu sudah lama sekali. Beberapa tahun yang lalu, ketika anakku masih berusia remaja, sama seperti usiamu sekarang.” Jawab kakek tersebut.
“Bagaimana bisa kek? Bagaimana bisa anakmu dimakan oleh Manusia Serigala itu?” tanyaku dengan penasaran.
“Sama halnya sepertimu. Ia dan teman-temannya pergi untuk kemping di Hutan Terlarang ini tanpa ijin dariku. Mereka melakukannya secara ILEGAL. Jadi tidak ada persetujuan dari pihak keluarga maupun masyarakat disini.” Kata kakek tersebut.
“Tapi.. Bagaimana kau bisa sangat yakin, kalau yang membunuh anakmu adalah Manusia Serigala yang telah kakek bunuh ini?” tanyaku lagi.
“Aku juga sudah lama mendengar legenda tentang Hutan Terlarang ini. Asal kau tau, dari dulu Hutan ini memang sudah sangat populer. Dan Manusia Serigala di dalam Hutan Terlarang ini juga sudah ada sejak aku masih remaja dulu. Ia selalu menetap di hutan ini. Aku tidak tau berapakah umurnya sekarang, yang pasti Manusia Serigala ini sudah sangat tua. Ia masih tetap kuat karena sering memakan manusia di setiap bulan purnama muncul.” Cerita kakek tersebut.

Lalu kakek tersebut sejenak diam, dan melanjutkan, “Asal kau tau nak. Aku dulu juga pernah tersesat bersama teman-temanku di dalam Hutan Terlarang ini. Aku juga pernah melanggar aturan dan memasuki Hutan Terlarang ini. Hingga saat ini, hanya akulah yang berhasil keluar hidup-hidup dari sini.”

Aku kaget!
Benar-benar tidak menyangka!
“Pantas saja kakek sangat berani untuk tinggal disini, dan bertekad untuk membunuh Manusia Serigala tersebut. Ternyata teman-teman dan juga anak kakek telah dibunuh dan dimakan oleh Manusia Serigala itu.” Kataku.
Lalu aku melanjutkan, “Tapii... “ Aku berhenti berbicara, karena kakek tersebut berdiri dan menghampiri mayat Manusia Serigala yang tergeletak dibawahnya.
Kakek itu mengambil Pisau yang ada di pinggangnya, dan membela dada Manusia Serigala itu. Kulihat kakek tersebut merogo-rogo kedalam badannya untuk mencari sesuatu.

“Akhirnya! Aku dapat!” kata kakek tersebut sambil memegang segumpal daging yang berbentuk seperti jantung manusia.
“Apa yang kau lakukan kek!?” tanyaku dengan takut.
Kakek tersebut tidak memperdulikan pertanyaanku dan langsung memakan jantung Manusia Serigala tersebut dengan lahap. Lalu dia perlahan mendekatiku dan berdiri di hadapanku.

“Ceritaku tadi belumlah selesai. Apakah kau ingin mendengarkan lanjutannya anak muda?” Tanya kakek tersebut dengan muka senyum yang mengerikan.
Aku hanya bisa terdiam karena takut. Aku bertambah bingung, siapa sebenarnya kakek tua ini!?

Kakek tersebut kembali berbicara,
“Setelah aku tinggal di dalam Hutan Terlarang ini, mengamati Manusia Serigala ini, dan terus berpikir sepanjang waktu. Aku juga ternyata ingin keabadian dan kekuatan yang sangat besar seperti Manusia Serigala ini.”
Aku kaget!
Ternyata kakek gila ini punya rencana lain, selain untuk membalaskan dendamnya.

Aku hanya bisa termenung.
Rasa takut kembali muncul dalam diriku. Badanku masih belum bisa bergerak.
Dan tiba-tiba saja, kakek tersebut menggila. Badannya bergerak dengan sangat cepat dan tidak terkendali.
Tubuhnya mulai ditumbuhi bulu coklat, persis seperti bulu Manusia Serigala yang telah ia bunuh tadi.
Matanya memerah, sangat merah!
Giginya tajam sekali! Tangannya mulai membesar dan kuku-kukunya memanjang!
Akhirnya ia berubah menjadi Manusia Serigala!!

“Dan kau tau nak?” kata kakek yang sudah berubah menjadi Manusia Serigala.
“Terima Kasih telah membantuku agar bisa membuatku lebih mudah untuk membunuh Manusia Serigala sialan ini. Sebagai gantinya, aku akan langsung memakan kepalamu dan langsung membunuhmu dengan cepat!”

“Sialaaaan!!!!!!!!”

Crott!!!!
Crassssh!!!!
AAAAAAGHHH!!!!!


**** END ****


_________________________________________________

Hai sobat!

Terima kasih telah membaca Ke-empat Seri dari Cerbung yang berjudul Hutan Terlarang ini!
Saya sangat berterima kasih!
Apalagi jika sobat suka dengan cerbung ini.

Coba Komen dibawah ya, bagaimana tanggapan sobat dengan Cerbung ini.
Dan Share ke Empat seri Cerbung Hutan Terlarang ini ke teman-teman sobat lainnya!

Jika banyak yang suka dan mendukung saya, maka saya akan membuat Cerbung baru yang lebih keren lagi, dengan senang hati! J

Salam dari saya, Muhammad Mu'az.
See You Again!

Auuuuuuuuuuuu!!!!

Silahkan berlangganan agar dapat update tentang blog ini dari email anda:

Jangan lupa lakukan Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda!

0 Response to "Cerbung: Hutan Terlarang – Part 4 (END)"

Posting Komentar

Berkomentarlah sesuai artikel, agar komentar kami terbitkan. Dan komentar yang mengandung url atau unsur promosi akan di hapus.
Terima kasih ^_^