Cerbung: Hutan Terlarang – Part 3



Perlahan kedua mataku mulai terbuka, dan aku mulai bisa melihat sekelilingku.
Aku masih terbaring di atas tempat tidur bambu. Lalu aku melihat kakek tersebut masih duduk termenung seperti memikirkan sesuatu.

Aku rasa semuanya normal, tetapi ketika aku mencoba untuk bangkit, badanku tidak bisa bergerak.
“Oh tidak!!” kupikir aku sudah diracuni oleh kakek tersebut setelah meminum ramuan yang telah ia berikan padaku tadi.
Aku sudah berusaha sekuat tenaga untuk menggerakan tubuhku, tetapi rasanya seperti sudah mati. Tubuhku terasa mati!
Apa yang harus aku lakukan!

 “Hei kek! Apa yang telah kau lakukan padaku! Kenapa aku tidak bisa bergerak! Ramuan apa yang telah kau berikan padaku tadi!” teriakku kepada kakek tersebut.
“Tenanglah nak, kau mungkin akan baik-baik saja. Aku hanya memberikan ramuan pelumpuh sementara. Dosisnya tidak terlalu tinggi, jadi mungkin ramuan itu hanya akan bertahan sampai 1 jam saja.” Kata kakek tersebut dengan wajah penuh rahasia.
“Mengapa kau lakukan ini padaku!” teriakku.
“Kau tidak akan mengerti nak! Tunggu dan ikuti saja apa yang akan aku lakukan berikutnya. Mungkin hal ini akan berakhir menarik.”

Lalu kakek tersebut mengikat tanganku, lalu ia pergi ke bawah meja dan memeriksa sebuah kotak tua besar.
Aku tidak tau apa yang akan ia ambil dari kotak tersebut. Yang pasti sekarang aku sudah sangat ketakutan.
Pikiranku melayang-layang, apakah aku akan dijadikan tumbal!?
Tidak! Aku tidak mau mati disini. Apalagi mati konyol karena dimakan Manusia Serigala dengan rakus dan kejam.
Aku tidak mau!

Setelah meninggalkan kotak tersebut, lalu kakek itu kembali membuat semacam ramuan aneh dari tanaman-tanaman yang aneh dan penuh getah.
Ia membuatnya secara hati-hati, seakan-akan ia tahu bahwa getah dari tanaman tersebut sangat mematikan.

Setelah kiranya semua perlengkapan kakek tersebut siap. Ia lalu membuka kunci pintu rumah pondok ini.
Lalu menggendongku keluar rumah, dan meletakkanku tidak jauh dari rumah tersebut.
Setelah itu, ia kembali masuk ke dalam rumah. Aku tidak bisa melihat apa yang ia lakukan, karena aku terduduk di sebuah pohon dan menghadap ke depan.
Sepertinya kakek tersebut pergi untuk mengambil sebuah barang lagi.

Aku kembali berusaha untuk menggerakan tubuhku. Tetapi hasilnya nihil, ternyata ramuannya benar-benar sangat kuat!
Walaupun hanya terbuat dari berbagai macam tumbuhan, ramuan ini bahkan bisa mengalahkan obat dari dokter modern.
Ternyata benar kata orang-orang, bukan hanya makhluk aneh yang banyak menempati Hutan Terlarang ini, tetapi ada berbagai tumbuhan aneh yang bisa dijadikan berbagai macam racun.

Setelah beberapa menit, kakek tersebut keluar dan berdiri di sampingku.
Kulihat dia memegang sebuah benda, sepertinya itu sebuah peluit yang dibuat sendiri dengan kayu dari Hutan Terlarang ini.
Ia mulai meniup peluit tersebut beberapa kali.
* Priiiisstt... Priiiisstt.. Priiiisstt..*

“Hei kakek tua! Apa yang kau lakukan dengan peluit sialan itu!” teriakku kepadanya.
Dia berhenti meniup peluit itu, lalu melihat ke arahku dan berkata, “Kau hanya perlu diam.”
Dia kembali meniup peluit itu beberapa kali.
*Priiiisstt... Priiissstt... Prissstt...*

“Aku sengaja membuat peluit ini dengan suara yang tidak terlalu tajam. Tetapi peluit ini sangat ampuh dan bisa langsung terdengar oleh Manusia Serigala itu.” Kata kakek tersebut.
“Lalu sekarang apa yang akan kau lakukan!” kataku.
“Kau tunggulah disini, aku rasa beberapa menit lagi ia akan datang. Aku akan pergi kedalam dan selanjutnya kau akan tau sendiri.”
Lalu Kakek tersebut pergi meninggalkanku.

Sialan!
Sialan!!
Aku berpikir bahwa ternyata anak kakek tersebut yang hilang di Hutan Terlarang ini adalah Manusia Serigala tersebut.
Karena itu dia tetap tinggal di Hutan Terlarang ini, padahal ia sudah tau bahwa di dalam hutan ini sangat berbahaya dan ada makhluk aneh seperti Manusia Serigala.
Dan aku akan dijadikan tumbal oleh kakek tersebut untuk memberi makan anaknya.
Sialan!!!

Badanku masih belum bisa bergerak juga. Pikiranku sudah mulai teracak-acak.
Keringatku kembali bercucuran. Aku bingung! Sangat bingung!
Mengapa semua ini terjadi padaku!
Mengapa!

Jika saja aku dan temanku yang sudah mati karena makhluk sialan itu tidak mencoba untuk melanggar larangan orang-orang agar tidak masuk ke dalam Hutan terlarang ini, aku pasti tidak akan berada disini sekarang! Dan tidak akan bertemu dengan kakek gila ini!

Kumohon!!
Seseorang, tolong aku!!!!!

Bersambung.....


Baca Cerita Selanjutnya: Hutan Terlarang - Part 4 (END)

Silahkan berlangganan agar dapat update tentang blog ini dari email anda:

Jangan lupa lakukan Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda!

0 Response to "Cerbung: Hutan Terlarang – Part 3"

Post a Comment

Berkomentarlah sesuai artikel, agar komentar kami terbitkan. Dan komentar yang mengandung url atau unsur promosi akan di hapus.
Terima kasih ^_^