Cerpen: Perjalanan Pilu




Hari menujukkan pukul 14.00 terik matahari masih terasa begitu menyengat. Maya pulang dengan menggunakan sepeda yang dibeli oleh sang Nenek 5 tahun silam, Gadis cantik nan anggun itu terlihat bahagia mengayu sepeda ditengah terik matahari sambil sesekali matanya melirik ke arah sekelilingnya.

Kurang dari 30 menit ia sampai dirumah dan bergegas melangkah masuk ke kamar. Tak lama kemudian ia keluar dengan dengan mengenakan rok panjang berwarna hijau, atasan merah muda berlengan panjang dan Jilbab hijau yang sengaja diserasikan dengan bawahan rok yang ia kenakan. Ia beranjak pergi menuju kebun yang diwariskan sang Nenek padanya

Yah, 1 tahun yang lalu sebelum sang nenek menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya, Ia sempat berpesan pada Maya yang waktu itu masih duduk dibangku kelas 10 MAN didesanya
"Saya atas nama Mainah Putri mewariskan seluruh harta yang saya punya kepada cucu saya yang bernama Aisyah Maya Sari baik Rumah, kebun, tanah dan seluruh harta saya yang masih tersimpan dibank yang bernilai kurang lebih 350 juta" Kata-kata terakhir yang sengaja disampaikan sang nenek lewat sebuah video

"Non Maya, hasil panen kita kali ini sedikit lebih meningkat" ucap pak karso dengan nada yang gembira
"Syukur kalo gitu pak, oh iya gaji para karyawan udah dibagiin semua" Tanya Maya dengan sedikit senyuman
"Udah Non" ucap pak Karso
"Ya udah deh pak, kalo ada perkembangan atau penurunan tentang hasil panen atau masalah apapun tolong pak Karso langsung informasikan ke saya" Ucap Maya dengan nada lembut
"Baik non" jawab Pak Karso sambil menganggukan kepala
"Ya udah saya mau lihat-lihat kebun dulu yah pak, permisi" Ucap Maya sambil melangkah menuju kebun.

Kehidupannya begitu bahagia, penuh dengan harta dan dihormati oleh orang kampungnya. Namun siapa sangka dibalik itu semua ia menyimpan begitu banyak kepedihan atas hidupnya, memendam begitu dalam kepiluan atas cobaan dirinya. Tak ada yang mengetahui betapa dalam kesedihan yang selama bertahun-tahun ia pendam sendiri

Ibu yang ia sayang dan amat ia rindukan tak pernah ia lihat bagaimana rupa aslinya, Ayah yang meninggalkannya sewaktu ia berumur 4 tahun dengan alasan mencari pekerjaan kekota, dan setahun yang lalu Nenek yang selama ini merawatnya juga pergi meninggalkan ia untuk selama-lamanya

Dulu, sewaktu nenek masih ada ia sering menceritakan tentang Ibu dan Ayah
"5 tahun sejak pernikahan, Ayah dan ibumu sangat mendambakan seorang anak. Sampai pada akhirnya ibumu hamil, raut wajah yang sangat bahagia begitu terlihat dari sorot mata kedua orang tuamu. 9 bulan 10 hari berlalu tiba saatnya bagi ibumu untuk melahirkan, begitu besar perjuangan ibumu bahkan dokterpun tidak bisa apa-apa dan memberikan pilihan yang sulit untuk ayahmu, saat Ibumu mengetahui hal itu ia mengatakan pada Ayahmu bahwa ia rela kehilangan nyawa sendiri asalkan kamu terlahir dengan selamat kedunia ini dan ibumu juga berpesan jika nanti anaknya telah lahir ia minta anak itu untuk diberi nama "Aisyah Maya Sari". Dengan harapan bahwa nantinya kamu akan tumbuh secantik dan sesholeha aisyah istri rosullah dan Sari sendiri adalah nama dari Ibumu.
Sulit bagi ayahmu untuk memenuhi permintaan ibumu dan harus memilih salah satu orang yang amat ia cintai. Ayahmu pergi ke kota sengaja karena ia sangat terpukul dengan kejadian itu dan kamu harus percaya jika suatu hari ayahmu pasti kembali" Hal yang sering disampaikan nenek saat malam menjelang masih begitu lekat terekam dikepalaku

Hidup Maya memang pilu, menyedihkan, penuh dengan cobaan namun ia tak pernah mengeluh apalagi putus asa. Ia bahagia jika masih diberikan Allah cobaan yang berat itu berarti Allah selalu memperhatikannya, berada di dekatnya dan percaya bahwa ia bisa melewati cobaan hidupnya.


Cerpen Karya :


Nama : Septi Liana
Alamat : Jl, swadaaya pakjo ujung kota palembang
Umur : 17 thn
Kontak : Facebook

Silahkan berlangganan agar dapat update tentang blog ini dari email anda:

Jangan lupa lakukan Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda!

0 Response to "Cerpen: Perjalanan Pilu"

Post a Comment

Berkomentarlah sesuai artikel, agar komentar kami terbitkan. Dan komentar yang mengandung url atau unsur promosi akan di hapus.
Terima kasih ^_^